« October 2007 | Main | March 2008 »

Intuisi

Intuition: 1. Quick and ready insight

2 a: immediate apprehension or cognition

b: knowledge or conviction gained by intuition

c: the power or faculty of attaining to direct knowledge or cognition without evident rational thought and inference

Apa itu intuisi? Samakah ia dengan indera keenam? Apakah setiap orang memiliki intuisi, atau hanya segelintir yang menerimanya?

IntuisiAtau begini, potensi itu sebenarnya ada pada setiap manusia. Yang membedakannya kemudia adalah bagaimana orang tersebut menindaklanjutinya. Semakin sering anda meresponi intuisi itu, semakin terasal pula kemampuannya. Benarkah demikian?

Ataukah intuisi akibat dari sebuah kedekatan. Anak kembar mampu merasakan perasaan saudara kembarnya. Seorang ibu memiliki intuisi yang kuat terhadap sang anak meski mereka berjauhan (ASI diyakini alasan kuat adanya ikatan batin yang kuat antara keduanya). Lalu bagaimana pula dengan suami istri? Ikatan jasmani, rohani dan emosional seringkali mendorong adanya intuisi. Hingga tidak heran saat salah satu tertimpa kemalangan, pertanyaan bagi pasangan yang lain adalah ‘apakah ada firasat yang dirasakan?’

Cermin pecah, foto keluarga atau pernikahan jatuh tiba – tiba, cincin pernikahan hilang, kejadian di atas sering diyakini sebagai petanda bahwa ada kekuatan supranatural yagn berusaha memperingati kita bahwa hal buruk sedang mengancam orang yang kita sayangi. Jika itu benar, apa yang harus dilakukan?

AngelHari ini intuisi saya berbicara. Saat tengah hari bolong, perasaan aneh merasuk. Detak jantung melacu cepat tanpa alasan. Saya gusar, tidak tenang, tidak nyaman. Semua bertentangan dengan situasi nyata yang dialami. Rasanya ada yang tidak beres. Hal pertama yang saya lakukan adalah berharap intuisi saya salah, tak ada orang yang ingin orang yang disayanginya celaka. Namun, jika itu benar, hanya satu yang bisa dilakukan, berdoa. Jika memang kemalangan menghantuinya, saya percaya kekuatan doa mampu mengindahkan dia dari celaka.

Intuisi seringkali dikaitkan dengan kemalangan, hal yang negatif. Sebaliknya, kita juga bisa melihat intuisi sebagai momentum tuk waspada, lebih hati – hati menjalani hari. Intuisi juga meminta kita untuk memikirkan orang lain, mereka yang kita sayangi. Agar sekurangnya kita berdoa untuk kebaikan mereka.

Intuisi bisa benar, bisa juga meleset. Semua terpulang pada kepekaan anda. Atau semua hanyalah kebetulan. Yang jelas, memiliki intuisi tidak membuat anda menjadi jagoan. Yang ada anda menjadi penjaga, guardian dari orang yang anda sayangi. Yang setia memikirkan, berdoa dan berharap hal yang terbaik bagi mereka.

Nikmatilah, ini anugerah.

My Photo

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31